| BMW E36 adalah generasi ke 3 yang sukses di Indonesia pada tahun 1990an. Desainnya yang tetap menarik walau sudah dimakan umur mobil tua. Citra mobil mewah yang melekat pada mobil ini, masih banyak beredar unit bekasnya dalam kondisi bagus. Mari kita kupas mesin yang mengusung mobil ini. |
M43 adalah mesin 4 silinder segaris SOHC 8 valve. Varian seri M43 antara lain M43B18, M43B16. Angka 18 dan 16 mengindikasikan kapasitas silinder. Mesin ini diproduksi pada tahun 1992 sebagai pengganti M40B18 pada BMW E30 seri sebelumnya. Perbedaan utama antara M43B18 dan M40B18 mencakup blok silinder yang praktis, crankshaft yang lebih ringan, piston juga berubah dan rasio kompresi meningkat hingga 9,7.
Kepala silinder banyak perubahan agar sesuai dengan rantai timing baru. Ini terbukti lebih bisa diandalkan dibandingkan dengan timing belt. Rantai timing perlu diganti setiap menempuh 300.000 km. Diameter katup tetap sama, katup masuk 42 mm sedangkan katup keluar berdiameter 36 mm. Pengangkat hidrolik juga tetap sama.Variabel panjang intake manifold DISA juga digunakan pada M43B18. Hal itu memungkinkan untuk meningkatkan laju rpm pada putaran rendah dan tinggi. Mesin ini digunakan pada model BMW 18i. Tahun 2001 M43B18 digantikan dengan mesin berkode N42B20.
Kelemahan dan masalah BMW M43B18
Oli bocor. Masalah ini sering terjadi pada M43. Yang Anda butuhkan hanyalah membeli paking penutup katup baru, katup PCV dan sealant.2. Mesin M43 knocking atau ngelitik dan berisik. Masalah ini berhubungan dengan katup DISA. Anda perlu membeli kit perbaikan katup DISA dan gunakan untuk memperbaiki intake manifold. Sehingga knocking pada pengangkat hidrolik jarang terjadi. Masalah ini juga terjadi pada seri sebelumnya yaitu M40B18. Selain masalah itu juga ada masalah akselerasi, idle kasar dan overheat.Namun keluhan utama mesin M43 adalah power kurang. Output power sangat rendah, akselerasi lambat dan mengemudi pun terasa membosankan.
BMW M42
M42B18 adalah mesin 4 silinder segaris yang dikembangkan dari mesin M40B18. Perbedaan utama antara dua mesin ini adalah jumlah katup dan camshaft. M42B18 memiliki dua camshaft atau sering disebut DOHC dan memiliki 16 valve. M42 masih dilengkapi dengan hydraulic lifters. Diameter katup masuk 33 mm, sedangkan katup keluar berdiameter 30,5 mm.
Selain itu mesin ini memiliki poros engkol yang berbeda, piston ringan dan stang piston yang panjangnya 140 mm. Asupan intake dan knalpot telah diperbaiki.
Mesin menggunakan timing chain yang sangat andal.
Mesin ini digunakan pada model BMW dengan indeks 18 untuk pasar AS.
M42 diganti pada tahun 1992 dengan mesin 1.9 liter M44B19 baru yang dengan model BMW 318is.
BMW M50
Mesin M50 ini dilengkapi dengan mesin 6 silinder segaris dan merupakan yang terkecil yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990 dan menggantikan BMW M20B20. Seri ini memiliki varian M50B24, M50B25. Perbedaan utama antara M50B20 dan M50B25 ada pada kapasitasnya. B20 adalah mesin 2.0 liter sedangkan B25 adalah motor 2.5 liter.
Perbedaan lainnya seperti koil pengapian individu, piston baru, batang piston ringan 135 mm yang baru dan ukuran injector M50B20 154 cc.
M50B20 menggunakan timing chain dengan tingkat kehandalan dan durasi yang lebih tinggi, dapat bertahan hingga 250.000 km
Pada tahun 1992 mesin ini juga dilengkapi dengan phase shifter. Dipasang pada katup masuk Vanos. Sehingga mesin berubah nama menjadi M50TUB20. Panjang batang piston 145 mm.
Mesin dipakai pada model BMW dengan indeks 20i.
Pada tahun 1994 mesin M50B20 digantikan oleh M52B20, perbedaan hanya pada penggunaan material blok silinder yang menggunakan nikasil aluminium.
Perbaikan dan perbedaan mesin BMW M50B20
1. M50B20 (1990 - 1992) adalah basis modifikasi mesin. Rasio kompresi 10,5. Daya 150 HP pada 6.000 rpm, Torsi 190 Nm pada 4.700 rpm.
2. M50B20TU (1992 - 1996) dilengkapi dengan shifter Vanos yang ditempatkan pada katup inlet. Rasio kompresi 11. Daya 150 HP pada 5.900 rpm, Torsi 190 Nm pada 4.200 rpm.


