Awas! Velg Replika


Ada Harga Ada Kualitas. Filosofi ini sering kita dengar, mengindikasikan bahwa jangan berharap lebih dengan barang yang lebih murah. Sama seperti ketika Anda memutuskan beli velg replika, dapat harga jauh lebih murah, tapi kualitas jelas jauh di bawah aslinya. Setiap pabrik yang memproduksi pelek harus melewati beberapa tahap proses pengecekan sebelum diperbolehkan membubuhi tanda JWL dan VIA sebagai tanda bahwa pelek lulus uji.
Setiap pabrik yang memproduksi pelek harus melewati beberapa tahap proses pengecekan sebelum diperbolehkan membubuhi tanda JWL dan VIA sebagai tanda bahwa pelek lulus uji. Tanda ini terdapat di pelek-pelek bawaan (OEM), pelek orisinal (Jepang, Amerika, Itali, Jerman dll). Juga ada sebagian pelek replika untuk menjamin kuat dan aman sesuai fungsi dan aturan.


Tapi jika Anda memilih pakai replika yang tidak mencantumkan kode-kode tersebut, ada beberapa tips yang bisa dicoba untuk agar pelek awet:

1. Teratur spooring-balancing, contohnya per 10.000 km atau rentang waktu yang Anda inginkan.
2. Gaya mengendarai mobil harus juga menyesuaikan. Jika menaikkan ukuran pelek, sadari bahwa kenyamanan berkurang dan kaki-kaki rentan terbentur keras. Dalam hal ini, perhatikan benturan-benturan tidak terduga, polisi tidur, jalan kereta api yang rusak, trotoar, separator busway dan lainnya.
3. Gunakan ban yang memiliki kualitas baik dan lentur, termasuk pemilihan profil ban yang ideal.
4. Kalau pakai ban seken, pilih ban yang tidak jauh tanggal produksinya karena dikhawatirkan ban getas dan membuat benturan semakin keras.
5. Cek kembali tekanan angin ban agar kondisinya optimal saat dipakai dan mampu meredam benturan. Dengan tekanan angin yang benar, membuat ban lebih awet dan mencegah terjadinya benjol.

Ibarat dunia fashion, pelek itu seperti sepatu yang dikenakan manusia. Bagian ini juga yang paling mudah diubah untuk meningkatkan penampilan mobil jadi lebih stylish dengan langkah instan. Tetapi, jangan asal milih pelek, harus disesuaikan ukuran yang sesuai dan yang paling penting keamanan serta kenyamanan.



Modifikasi diperbolehkan dengan batas maksimal tiga tingkat dari ukuran pelek bawaan pabrik (OEM). Sebenarnya, standar itu boleh naik 2 tingkat. Tapi, masih bisa naik 3 tingkat, tapi wajib ada penyesuaian lagi di bagian kaki-kaki. Misalnya, bagi pemilik Avanza terkini punya pelek standar bawaan pabrik berdiameter 14 inci. Bagi yang mau menaikkan ukuran peleknya menjadi 15 inci dengan ban 185/65. Jika mau bertambah lebih besar lagi menjadi 16 inci, ban yang digunakan 205/55. Selanjutnya untuk pelek 17 inci (paling besar) bisa menggunakan ban 205/50 atau 215/45.

"Ingat, semakin besar pelek, otomatis ban yang digunakan semakin tipis ketebalannya. Hal tersebut tentu akan mengurangi kenyamanan karena efek penyerap benturan dari ban berkurang dan hanya mengandalkan sok,"

Kaki-kaki
Beberapa yang dilakukan pemodifikasi untuk mengakali masalah ini adalah dengan mengubah kaki-kaki mobil. Paling sederhana dengan mengganti per bawaan pabrik dengan karakter yang lebih kaku ayunannya. Fungsinya, dengan beban pelek dan ban lebih besar dari standar, otomatis butuh daya kejut lebih keras.

Sebelum ganti velg, diskusikan dulu dengan orang bengkel sehingga tahu apa saja yang harus diganti. Jangan sampai, sudah mobil enggak keren malah rugi karena harus jebol kaki-kaki,