Tapi jika Anda memilih pakai replika yang tidak mencantumkan
kode-kode tersebut, ada beberapa tips yang bisa dicoba untuk agar pelek awet:
1. Teratur spooring-balancing, contohnya per 10.000 km atau
rentang waktu yang Anda inginkan.
2. Gaya mengendarai mobil harus juga menyesuaikan. Jika
menaikkan ukuran pelek, sadari bahwa kenyamanan berkurang dan kaki-kaki rentan
terbentur keras. Dalam hal ini, perhatikan benturan-benturan tidak terduga,
polisi tidur, jalan kereta api yang rusak, trotoar, separator busway dan
lainnya.
3. Gunakan ban yang memiliki kualitas baik dan lentur,
termasuk pemilihan profil ban yang ideal.
4. Kalau pakai ban seken, pilih ban yang tidak jauh tanggal
produksinya karena dikhawatirkan ban getas dan membuat benturan semakin keras.
5. Cek kembali tekanan angin ban agar kondisinya optimal
saat dipakai dan mampu meredam benturan. Dengan tekanan angin yang benar,
membuat ban lebih awet dan mencegah terjadinya benjol.
Ibarat dunia fashion, pelek itu seperti sepatu yang
dikenakan manusia. Bagian ini juga yang paling mudah diubah untuk meningkatkan
penampilan mobil jadi lebih stylish dengan langkah instan. Tetapi, jangan asal
milih pelek, harus disesuaikan ukuran yang sesuai dan yang paling penting
keamanan serta kenyamanan.
Modifikasi diperbolehkan dengan batas maksimal tiga tingkat
dari ukuran pelek bawaan pabrik (OEM). Sebenarnya, standar itu boleh naik
2 tingkat. Tapi, masih bisa naik 3 tingkat, tapi wajib ada penyesuaian lagi di
bagian kaki-kaki. Misalnya, bagi pemilik
Avanza terkini punya pelek standar bawaan pabrik berdiameter 14 inci. Bagi yang
mau menaikkan ukuran peleknya menjadi 15 inci dengan ban 185/65. Jika mau
bertambah lebih besar lagi menjadi 16 inci, ban yang digunakan 205/55.
Selanjutnya untuk pelek 17 inci (paling besar) bisa menggunakan ban 205/50 atau
215/45.
"Ingat, semakin besar pelek, otomatis ban yang
digunakan semakin tipis ketebalannya. Hal tersebut tentu akan mengurangi
kenyamanan karena efek penyerap benturan dari ban berkurang dan hanya
mengandalkan sok,"
Kaki-kaki
Beberapa yang dilakukan pemodifikasi untuk mengakali masalah
ini adalah dengan mengubah kaki-kaki mobil. Paling sederhana dengan mengganti
per bawaan pabrik dengan karakter yang lebih kaku ayunannya. Fungsinya, dengan
beban pelek dan ban lebih besar dari standar, otomatis butuh daya kejut lebih
keras.
Sebelum ganti velg, diskusikan dulu dengan orang
bengkel sehingga tahu apa saja yang harus diganti. Jangan sampai, sudah mobil
enggak keren malah rugi karena harus jebol kaki-kaki,


