| Perkembangan teknologi menjadi tuntutan untuk menciptakan mobil masa depan yang bergerak otomatis. Salah satunya adalah parkir otomaits. Berikut adalah cara kerja parkir mobil otomatis. |
Untuk parkir otomatis, beberapa pabrikan sudah menerapkannya. Di Indonesia, Ford Focus, lini produk Mercedes-Benz dan Jeep Cherokee adalah beberapa mobil yang memiliki parkir otomatis. Teknologi ini menjadi penting karena bagi beberapa pengemudi, memarkir kendaraan tetap menjadi aktivitas yang sulit.
Setiap sistem otomatis tentunya tidak terlepas dari adanya sensor, ECU, dan aktuator. Pada kendaraan umumnya terdiri 4 sensor ultrasonik dipasangkan pada bumper belakang. Untuk bagian depan ada yang diberi sensor dan ada yang tidak menggunakan sensor. Jumlah sensor untuk bagian depan terdiri dari 4 sampai 6 sensor ultrasonik terletak di bumper depan.
Prinsip kerjanya sama dengan pemantulan suara atau gema suara (echo), sensor memancarkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi kira-kira 40 kHz dan men deteksi waktu gema (pantulan dari rintangan). Jarak dari kendaraan dengan rintangan yang pa ling dekat dihitung dari waktu banyaknya gema dari gema pertama yang diterima.
Sensor ultrasonik terbuat dari bahan piezoceramic water yang disekat oleh membran aluminium yang dikemas di dalam rumah plastik. Lalu diberi rangkaian pengolah sinyal secara elektronis.
Sensor tersebut dihubungkan ke ECU dengan 3 terminal, dua terminal sebagai sumber tegangan satu terminal untuk sinyal ultrasonik. Ketika sensor menerima suatu sinyal digital dari ECU, rangkaian elektronik akan membuat membran aluminium bergetar dan memancarkan ultrasound (gelombang ultrasonik).
Sensor menjadi elemen penting bagi parkir otomatis
Teknologi kian memudahkan manusia
Membran aluminium yang sudah diam, akan bergetar lagi oleh gelombang ultarsonik yang kembali akibat pantulan dari rintangan.
Getaran ini dikonversi oleh piezoceramic water ke dalam suatu sinyal analog dan diperbesar sinyalnya untuk diubah ke sinyal digital oleh rangkaian elektronika dalam sensor.
Beberapa pabrikan mobil sudah membuat sistem pembantu parkir otomatis. Masing-ma sing dengan nama berbeda dan ada beberapa perbedaan dalam detail sistemnya.
VOLVO AUTONOMOUS PARKING CONCEPT
Sebuah fitur terbaru disematkan pada hatchback premium V40, dengan nama Autonomous Parking Concept. Aplikasinya cukup unik, saat pengemudi tiba di tempat parkir, dia bisa langsung keluar dari kendaraan dan mobil akan memarkir sendiri melalui aplikasi smarthphone.
Volvo V40 Autonomous Parking Concept ini menggunakan ba nyak sensor untuk mencari tahu di mana ruang parkir yang tersedia. Pengemudi bahkan tidak perlu ada di dalam kendaraan, mobil bisa membaca situasi sekitar dengan menghindari kendaraan lain dan pejalan kaki.
Mobil semakin terkoneksi ke beragam gadget
Teknologi canggih untuk parkir nan presisi
BMW PARKING ASSISTANT
BMW memperkenalkan teknologi ini di BMW Seri-5 generasi terbaru (F10). Teknologi yang dipakai mirip punya Ford, yaitu memanfaatkan sonar ultrasonik untuk membantu pengemudi memarkirkan kendaraan.
AUDI AUTOMATIC DRIVING PARKING
Sistem pada parkir otomatis Audi menggunakan 8 sensor ultrasonik, terintegrasi di bagian bumper kendaraan. Kendaraan akan bergerak dan mencari tempat parkir kosong sendiri. Ketika mobil akan memasuki barisan parkir, 10 sensor ultrasonik aktif untuk mencari tempat kosong.
Sensor akan mencari area yang kosong setidaknya ruang yang cukup sesuai perhitungan sensor dan komputer. Tidak hanya masuk ke barisan parkir, rancangan Audio Auto Parking bisa meluruskan posisi kendaran sesuai garis barisan kendaraan lain.
By : Sonni Anditya






