![]() |
Ban adalah komponen utama yang menjadi kontak dengan jalan. Komponen ini terbuat dari karet dengan konstruksi kawat baja maupun partikel lainnya. Fungsi utamanya memberikan cengkeraman pada jalan agar tenaga yang dihasilkan oleh mesin dapat dialirkan dan mampu menggerakkan mobil. |
Ban bekerja tidak sendirian, sebagai sistem roda, ban dipadu dengan velg. Sebagai komponen yang selalu bergesekkan dengan jalanan tentunya ban memiliki keterbatasan. Ketika ban sudah pada batas minimal ketebalan tapaknya maka daya cengkeramnya pun berkurang.
Penggantian pun perlu dilakukan. Patokan mengganti ban bisa lihat dari kode yang tertera pada dinding ban. Anda akan melihat merek ban, tipe ban, hingga ukuran ban yang sedang Anda gunakan.
Huruf dan angka tersebut memiliki arti dan menjelaskan karakter ban tersebut.
Mengganti ban dengan ukuran yang berbeda baik itu lebar ataupun tinggi hingga jenis ban merupakan hak pemilik mobil. Bergantung pada tujuan yang ingin dicapai, pemilik mobil berhak untuk mencari karakter ban yang sesuai dengan harapannya.
Pemilihan karakter ban sejatinya dilakukan oleh pabrikan mobil dengan memperhitungkan berbagai aspek, yakni efisiensi bahan bakar, karakter kendaraan, performa di berbagai medan, hingga biaya produksi kendaraan itu sendiri.
Coakan kembangan ban yang besar cocok di jalan basah. Pastikan total ketinggian roda tak terlalu jauh berbeda agar pembacaan odometer tidak menyimpang jauh. Jangan lupa lakukan balancing
Telapak Ban
Semakin lebar telapaknya, efeknya ban akan memiliki traksi dan grip yang lebih baik, meski konsekuensinya adalah konsumsi BBM yang lebih boros.
Satuan ukuran telapak ban memiliki kelipatan angka 10, seperti 175, 185, 195 dan seterusnya. Angka tersebut dalam satuan milimeter (mm).
Saat dipadukan dengan lebar velg, tentu Anda perlu menyesuaikan agar ban tetap aman digunakan. Contohnya, bila lebar pelek 5,5 inch, maka ukuran ban yang direkomendasikan adalah 175, 185 dan 195.
Kode Ban
Setiap ban memiliki kode yang meiliki arti seperti 185/5R15 82V
185 = lebar ban (mm)
55 = rasio ketingian ban terhadap lebar ban (%)
R = jenis ban radial
15 = diameter (inchi)
82 = index ban
V = simbol kecepatan

Ketebalan Ban
Ketebalan ban dapat diketahui dari kode angka, misalnya 185/65. Angka tersebut merupakan aspek rasio ketebalan ban dengan lebar telapak dalam satuan persen (%). Berarti ketebalan ban adalah 65% dari lebar ban 185.
Semakin tebal ban yang digunakan akan semakin empuk dan berbuah pada kenyamanan. Konsekuensi yang timbul ketika menebalkan ban adalah ketinggian roda secara keseluruhan akan berubah. Hal ini akan menimbulkan perbedaan pembacaan odometer. Tak hanya itu, akurasi kemudi pun akan menurun akibat dinding ban yang lebih empuk.
Pola Telapak ban
Banyak konsumen yang memilih ban berdasarkan pola telapak ban. Tampilan pola yang menarik kerap menjadi alsaan memilih ban pengganti.
Indikasi ban yang memiliki kemampuan optimal di jalan basah dapat terdeteksi dari desain groove yang besar. Tapi efeknya, noise dari ban akan tinggi akibat terjadi turbulensi udara di grove ban tersebut. Begitu pun sebaliknya untuk ban yang mengedepankan kesenyapan, pasti grove akan dibuat kecil.

Dinding Ban
Untuk ban dengan karakter empuk, menggunakan ban dengan dinding ban melengkung. Kontruksi tersebut, akan membuat ban optimal dalam meredam permukaan jalan.
Tapi bila ingin mendapatkan akurasi setir yang baik, dinding ban tegak cenderung memiliki karakter responsif. Teknologi ban yang terus berkembang membuat produsen ban mencari komposisi terbaiknya.
Varian Ban
Banyak varian ban yang ditawarkan produsen ban dengan berbagai fungsi dan kualitas. Bahkan varian yang sama kadang hanya bisa didapatkan di bengkel resmi mobil tersebut. Namun ada varian ban lain yang dapat digunakan dengan ukuran yang sama dan dengan berbagai keunggulan masing-masing.
Seperti ban ramah lingkungan yang andal dalam efisiensi BBM dan umur penggunaan yang panjang atau ban-ban yang mengedepankan kenyamanan berbasis pada keempukan, hingga ban yang memang diproduksi untuk menyajikan stabilitas saat bermanuver.
Tipe Kecepatan Ban
Ada beberapa merek ban dengan diameter velg sama yang memiliki daya maksimum kecepatan yang berbeda. Ini bisa diidentifikasi dari speed symbol yang terdapat pada ban. Jika ban dengan speed symbol ‘S' maka diasumsikan ban hanya mampu bertahan satu jam dalam kecepatan 180 km/jam. Simbol ‘H,' maka diasumsikan ban akan mampu bertahan dalam kecepatan yang lebih tinggi yakni 210 km/jam.
Penggantian pun perlu dilakukan. Patokan mengganti ban bisa lihat dari kode yang tertera pada dinding ban. Anda akan melihat merek ban, tipe ban, hingga ukuran ban yang sedang Anda gunakan.
Huruf dan angka tersebut memiliki arti dan menjelaskan karakter ban tersebut.
Mengganti ban dengan ukuran yang berbeda baik itu lebar ataupun tinggi hingga jenis ban merupakan hak pemilik mobil. Bergantung pada tujuan yang ingin dicapai, pemilik mobil berhak untuk mencari karakter ban yang sesuai dengan harapannya.
Pemilihan karakter ban sejatinya dilakukan oleh pabrikan mobil dengan memperhitungkan berbagai aspek, yakni efisiensi bahan bakar, karakter kendaraan, performa di berbagai medan, hingga biaya produksi kendaraan itu sendiri.
Coakan kembangan ban yang besar cocok di jalan basah. Pastikan total ketinggian roda tak terlalu jauh berbeda agar pembacaan odometer tidak menyimpang jauh. Jangan lupa lakukan balancing
Telapak Ban
Semakin lebar telapaknya, efeknya ban akan memiliki traksi dan grip yang lebih baik, meski konsekuensinya adalah konsumsi BBM yang lebih boros.
Satuan ukuran telapak ban memiliki kelipatan angka 10, seperti 175, 185, 195 dan seterusnya. Angka tersebut dalam satuan milimeter (mm).
Saat dipadukan dengan lebar velg, tentu Anda perlu menyesuaikan agar ban tetap aman digunakan. Contohnya, bila lebar pelek 5,5 inch, maka ukuran ban yang direkomendasikan adalah 175, 185 dan 195.
Kode Ban
Setiap ban memiliki kode yang meiliki arti seperti 185/5R15 82V
185 = lebar ban (mm)
55 = rasio ketingian ban terhadap lebar ban (%)
R = jenis ban radial
15 = diameter (inchi)
82 = index ban
V = simbol kecepatan

Ketebalan Ban
Ketebalan ban dapat diketahui dari kode angka, misalnya 185/65. Angka tersebut merupakan aspek rasio ketebalan ban dengan lebar telapak dalam satuan persen (%). Berarti ketebalan ban adalah 65% dari lebar ban 185.
Semakin tebal ban yang digunakan akan semakin empuk dan berbuah pada kenyamanan. Konsekuensi yang timbul ketika menebalkan ban adalah ketinggian roda secara keseluruhan akan berubah. Hal ini akan menimbulkan perbedaan pembacaan odometer. Tak hanya itu, akurasi kemudi pun akan menurun akibat dinding ban yang lebih empuk.

Pola Telapak ban
Banyak konsumen yang memilih ban berdasarkan pola telapak ban. Tampilan pola yang menarik kerap menjadi alsaan memilih ban pengganti.
Indikasi ban yang memiliki kemampuan optimal di jalan basah dapat terdeteksi dari desain groove yang besar. Tapi efeknya, noise dari ban akan tinggi akibat terjadi turbulensi udara di grove ban tersebut. Begitu pun sebaliknya untuk ban yang mengedepankan kesenyapan, pasti grove akan dibuat kecil.

Dinding Ban
Untuk ban dengan karakter empuk, menggunakan ban dengan dinding ban melengkung. Kontruksi tersebut, akan membuat ban optimal dalam meredam permukaan jalan.
Tapi bila ingin mendapatkan akurasi setir yang baik, dinding ban tegak cenderung memiliki karakter responsif. Teknologi ban yang terus berkembang membuat produsen ban mencari komposisi terbaiknya.
Varian Ban
Banyak varian ban yang ditawarkan produsen ban dengan berbagai fungsi dan kualitas. Bahkan varian yang sama kadang hanya bisa didapatkan di bengkel resmi mobil tersebut. Namun ada varian ban lain yang dapat digunakan dengan ukuran yang sama dan dengan berbagai keunggulan masing-masing.
Seperti ban ramah lingkungan yang andal dalam efisiensi BBM dan umur penggunaan yang panjang atau ban-ban yang mengedepankan kenyamanan berbasis pada keempukan, hingga ban yang memang diproduksi untuk menyajikan stabilitas saat bermanuver.
Tipe Kecepatan Ban
Ada beberapa merek ban dengan diameter velg sama yang memiliki daya maksimum kecepatan yang berbeda. Ini bisa diidentifikasi dari speed symbol yang terdapat pada ban. Jika ban dengan speed symbol ‘S' maka diasumsikan ban hanya mampu bertahan satu jam dalam kecepatan 180 km/jam. Simbol ‘H,' maka diasumsikan ban akan mampu bertahan dalam kecepatan yang lebih tinggi yakni 210 km/jam.

